Minggu, 07 Juli 2013

Tentang Logika dan Imajinasi Part 2

Yosh, postingan tentang Logika dan Imajinasi pun akhirnya siap saya lanjutkan. Bagi yang belum membaca postingan sebelumnya bisa di klik disini.

Sebelumnya kita sudah tau bahwa logika dan imajinasi itu tidak dapat dipisahkan dan jika dipisahkan maka akan terjadi ketidakseimbangan. Lantas, postingan ini akan saya jabarkan bukti nyata yang berkaitan dengan ketidakseimbangannya logika dan imajinasi.

Kita semua sudah tau, bahwa baru-baru ini pemerintah akhirnya telah menaikkan harga BBM. Saat detik-detik menjelang kenaikkan harga BBM, berbagai kalangan masyarakat terutama mahasiswa melakukan demo diberbagai tempat menolak kenaikkan BBM. Mereka menilai kalau BBM naik yang ada adalah semakin menyengsarakan rakyat. Berbagai aksi pun dilakukan bahkan hingga secara anarkis.

Contoh keanarkisan dalam Demo BBM
Peristiwa berikut adalah contoh dimana masyarakat yang melakukan demo tidak berpikir secara logika. Sebenarnya, pemerintah pun pasti punya alasan untuk menaikkan BBM. Seperti yang diketahui, bahwa subsidi BBM kebanyakan tidak tepat sasaran dengan banyaknya pengendara pribadi dari roda dua hingga roda empat menggunakan BBM bersubsidi. Padahal BBM bersubsidi hanya diperuntukkan untuk warga yang kurang mampu. Saya bukanlah Pro Pemerintah ya, tapi saya sangat prihatin aja banyak orang yang demo menaikkan harga BBM tapi tidak tau problematika yang sebenarnya. Sebaiknya daripada ikut demo mending ikut memikirkan bagaimana solusi alternatif terhadap dampak kenaikkan BBM atau memikirkan Pemilu 2014 nanti biar gak salah pilih Caleg lagi, ntar kepilih yang Korup lagi, wkwkwk XD

Itu adalah bukti nyata tidak digunakan logika, apakah bagaimana contoh nyata tidak digunakannya imajinasi? Cekidot

Indonesia adalah negara dimana memiliki jam belajar disekolah yang paling lama di dunia. Biasanya jam kerja siswa berkisar antara jam 7 pagi hingga jam 2 sore bahkan ada yang sampai jam 5 sore. Dengan jam belajar tersebut, siswa pun tentu mengalami tingkat kejenuhan yang tinggi. Belum lagi dengan tugas-tugas yang diberikan dirumah. Siswa pun dituntut untuk menuntaskan semua mata pelajaran yang ada. Namun, hal tersebut tidak seimbang dengan metode belajar yang terkesan monoton, yaitu guru hanya menjelaskan mata pelajaran dan memberikan latihan/ulangan. Akibatnya, tidak dapat dipungkiri siswa banyak yang mencontek.


Cara belajar yang sudah terlalu mainstream dan sangat membosankan
Metode Belajar Sambil Bermain Ala PAUD yang terbukti efektif
Inilah yang salah dengan pendidikan di Indonesia, terlalu menuntut agar siswa mendapatkan nilai sebaik-baiknya. Cara belajar disekolah pun saya akui terkesan membosankan. Akibatnya, siswa pun kesulitan dalam menyerap pelajaran. Ini sejalan dengan kata yang dulu pernah saya dengar bahwa "Semakin kita dewasa, maka kita akan semakin dijejali dengan logika dan imajinasi kita akan menghilang". Saya pikirkan hal tersebut ada benarnya juga. Mengapa? Karena saya lihat metode pengajaran yang dipakai pada Pendidikan Anak Usia Dini sangat efektif yaitu dengan metode "Belajar sambil Bermain". Terbukti anak-anak pun menjadi lebih cepat belajar membaca, berhitung dan bersosialisasi karena sekolah PAUD tidak seperti sekolah formal yang menggunakan metode Belajar Tanpa Bermain. Dulu, saya pernah mengemukan ide ini kepada guru saya, tapi yang ada malah diketawain guru saya dan teman-teman saya sendiri. Mereka berkata bahwa metode tersebut hanya untuk anak kecil. Sebenarnya yang saya maksud bukannya belajar dengan bermain kayak anak di sekolah PAUD, tapi dengan belajar sambil mendengarkan musik, atau memberikan kuis tiap akhir pelajaran (Kuis disini kayak Kuis kayak di TV ya misal dengan bermain kata, bukan kuis kayak yang ada di dunia perkuliahan). Dengan caranya tersebut maka otak kiri (Logika) dan Otak Kanan (Imajinasi) akan saling berkembang dan siswa akan bersemangat dalam belajar. Kalau siswa bersemangat dalam belajar maka siswa pun pasti mendapat nilai yang baik disekolah.

Dah sekian dulu deh postingan saya kali ini. Kalau ada kesalahan-kesalahan mohon dimaafkan ya. Sampai jumpa dilain kesempatan :D

0 komentar

Posting Komentar